Senin, 05 Januari 2015
Sabtu, 03 Januari 2015
Rabu, 10 Desember 2014
Mahasiswa masa kini?
Hidup Mahasiswa !
Kata-kata tersebut sudah terdengar tidak asing lagi seluruh dikalangan
Mahasiswa dari seluruh fakultas baik Pendidikan, Hukum, MIPA, Ilmu Sosial, dan jurusan-jurusan lainnya. Kata
Hidup Mahasiswa selalu diucapkan dengan lantang dan penuh semangat oleh
para Mahasiswa, akan tetapi, di masa kini yang sudah masuk dalam era
Globalisasi sepertinya kata-kata tersebut hanya menjadi isapan jempol
belaka bagi mayoritas Mahasiswa di negeri kita ini, hanya minoritas
Mahasiswa yang benar-benar menghayati dan mengerti apa makna dari kata
Hidup Mahasiswa. kata HIDUP MAHASISWA memiliki arti yang lebih jika kita
sebagai para Mahasiswa memahami apa makna dari kata-kata tersebut. Kita
adalah sebagaian dari para pemuda di Indonesia yang beruntung, sebab
hanya beberapa gelintir orang saja yang dapat merasakan bagaimana dunia
perkuliahan yang penuh tantangan yang berbeda dengan masa-masa SMP-SMA,
kita dituntut untuk mandiri, professional, bertanggung jawab kepada
orang tua dan juga kepada masyarakat serta memberikan inovasi-inovasi
yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Mengapa kita harus
mengabdi kepada masyarakat ? karena ternyata biaya kuliah para Mahasiswa
di Indonesia ini, tidak sepenuhnya mandiri yang berasal dari orang tua
kita saja, tetapi terdapat uang masyarakat juga dalam biaya perkuliahan
kita.
Akan tetapi, melihat realita Mahasiswa sekarang kebanyakan mereka tidak
berfikir bagaimana kewajiban dan tanggung jawab sebagai Mahasiswa. Dan
juga timbal balik mereka kepada Masyarakat yang secara tidak langsung
telah membiayai mereka kuliah. Kebanyakan Mahasiswa masa kini sudah
terpengaruh efek Globalisasi dari budaya luar serta lupa akan jati diri
mereka sebagai orang Indonesia yang berbudaya dan santun. Mayoritas
Mahasiswa sekarang selalu mengutamakan kepentingkan dan kesenangan diri
mereka sendiri dibandingkan dengan kewajiban dan tanggung jawab mereka
sebagai Mahasiswa, sebagai contoh kecilnya banyak sekali para Mahasiswa
yang di DO karena masalah nilai dan masalah lainnya, kemudian juga
banyak sekali Mahasiswa yang hanya berfoya-foya menghambur-hamburkan
uang mereka untuk kepentingan yang tidak perlu, dibandingkan dengan
memberikan pengabdian kepada masyarakat atau membuat program sekolah
jalanan untuk membantu dan memberikan ilmu kepada para anak-anak jalanan
dan juga anak-anak yang kurang mampu. Hanya sebagaian kecil dari jutaan
Mahasiswa yang mau memberikan pengabdian mereka kepada Masyarakat
sementara Mahasiswa lainnya kebanyakan bersifat apatis, lebih
mementingkan diri mereka sendiri.
Jujur saja saya sebagai Mahasiswa dan juga penulis baru saja sadar akan
makna kata Hidup Mahasiswa dan juga tanggung jawab sebagi Mahasiswa,
saya merasa sangat malu bila melihat dan
mengingat awal-awal kehidupan saya sebagai Mahasiswa digunakan untuk
hal-hal yang kurang berguna dibandingkan dengan memberikan ilmu-ilmu
yang telah didapat selama perkuliahan dan diberikan kepada masyarakat
yang lain.
Maka dari itu, tujuan saya membuat artikel ini adalah agar kita sebagai
Mahasiswa sadar akan tugas dan tanggung jawab kita sebagai Mahasiswa,
karena tidak seluruh pemuda di Indonesia dapat merasakan pendidikan
sampai jenjang Sarjana, kita harus bisa menjadi contoh dan pantuan
kepada Keluarga, Masyarakat dan juga Negara bahwa kita adalah Mahasiswa !
bukan lagi anak SD, SMP, atau SMA, yang masih harus disuruh-suruh dalam
setiap melakukan apapun, kita harus mulai berinisiatif, memberikan
kontribusi dan juga hal-hal baru yang telah kita dapatkan selama didalam
dunia perkuliahan agar ilmu yang kita dapatkan dapat bermanfaat bagi
orang banyak dan juga Negara.
SALAM MAHASISWA !
Selasa, 09 Desember 2014
STRATEGI BELAJAR CERDAS
Semua mahasiswa dapat menjadi mahasiswa biasa.
Namun, tidak semua mahasiswa dapat menjadi mahasiswa yang cerdas.Ada
berbagai cara untuk menjadi mahasiswa yang cerdas. Salah satu cara
menjadi cerdas adalah dengan menggunakan prinsip belajar CERDAS.
Menjadi CERDAS berarti mampu untuk menyederhanakan berbagai hal yang nampaknya sulit bagi orang lain.
Prinsip CERDAS membuat Anda tahu bahwa yang sulit bagi orang lain ternyata dapat menjadi mudah dilakukan jika kita tahu kuncinya.
CERDAS merupakan singkatan dari:
C erdik menggunakan strategi belajar
E fektif dalam menggunakan waktu belajar
R ealistis dalam merencanakan belajar
D apat mencapai -> tujuan yang dibuat
A kurat dalam perencanaan belajar
S pesifik dalam menetapkan tujuan belajar
E fektif dalam menggunakan waktu belajar
R ealistis dalam merencanakan belajar
D apat mencapai -> tujuan yang dibuat
A kurat dalam perencanaan belajar
S pesifik dalam menetapkan tujuan belajar
Cerdik dalam mengelola belajar:
- Cerdik dalam menyusun target belajar
- Cerdik memonitor pelaksanaan belajar
- Cerdik mengevaluasi belajar
- Cerdik dalam mengenali lingkungan belajar
- Cerdik dalam menggunakan berbagai strategi belajar
Efektif dalam belajar berarti:
berarti mampu mengelola waktu dengan terampil, sehingga berbagai kegiatan dapat diselesaikan dengan baik
berarti mampu mengelola waktu dengan terampil, sehingga berbagai kegiatan dapat diselesaikan dengan baik
Realistis dalam belajar berarti:
- Membuat tujuan belajar jangka pendek dan jangka panjang yang Realistis.
- Tujuan yang R E A L I S T I S akan meningkatkan motivasi dan menggerakkan Anda untuk mencapai tujuan akhir tanpa frustrasi.....!!!
Dapat mencapai tujuan yang disusun berarti:
Merupakan usaha meningkatkan motivasi, karena tujuan belajar yang cukup sulit akan memberikan perasaan yakin akan kemampuan diri sendiri dan bangga. Sedangkan tujuan belajar yang disusun terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menurunkan motivasi bahkan membuat frustrasi.
Merupakan usaha meningkatkan motivasi, karena tujuan belajar yang cukup sulit akan memberikan perasaan yakin akan kemampuan diri sendiri dan bangga. Sedangkan tujuan belajar yang disusun terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menurunkan motivasi bahkan membuat frustrasi.
Akurat dalam belajar berarti: Akurat
berarti dapat diukur. Tujuan jangka pendek yang Anda buat harus akurat
atau dapat diukur. Tujuan yang akurat membuat Anda tahu sampai seberapa
jauh Anda sudah mencapai sasaran yang direncanakan sebelumnya. Misalnya:
berapa kegiatan belajar yang direncanakan akan dibaca hari ini. Contoh
tersebut lebih baik daripada hanya merencanakan membaca modul tapi tidak
mentargetkan berapa banyak, sehingga tanpa disadari waktu ujian telah
tiba.
Spesifik dalam belajar berarti:
Spesifik dalam menetapkan tujuan yang Anda buat. Sebagai contoh, Anda merencanakan membaca 2 kegiatan belajar hari ini. Selain akurat, tujuan tersebut harus spesifik menunjukkan modul apa sehingga lebih jelas. Tujuan yang spesifik akan membuat tujuan belajar yang dibuat menjadi lebih akurat, dapat diukur dan menghemat waktu/efektif.
Spesifik dalam menetapkan tujuan yang Anda buat. Sebagai contoh, Anda merencanakan membaca 2 kegiatan belajar hari ini. Selain akurat, tujuan tersebut harus spesifik menunjukkan modul apa sehingga lebih jelas. Tujuan yang spesifik akan membuat tujuan belajar yang dibuat menjadi lebih akurat, dapat diukur dan menghemat waktu/efektif.


13.00
Unknown










